Adalah Maschosma polystachum atau Sangket, bila kita mengetahui manfaat dan khasiatnya tentu tidak akan menyia-nyiakan, memang seringkali dianggap sebagai rumput liar yang biasanya tumbuh di pinggir-pinggir tembok, di tepi sungai, di ladang bersama-sama rumput liar.

Nektar Bunga Sangket

Ciri khas batang yang kotak dan tegak dengan ketinggian 80 cm. Daunnya berbentuk segitiga tersusun. Biasanya tumbuh bergerombol. Sebenarnya ia termasuk obat ajaib yang tumbuh dan begitu dekat dengan kita sebagai obat alami berkhasiat:

Secara efektif menurunkan panas/demam pada anak-anak. Caranya, ambil tanaman sangket beserta daun dan batangnya. Cuci bersih lalu remas-remas. Dicampur dengan minyak kayu putih. Oleskan pada tubuh anak anda. Niscaya akan dapat menurunkan suhu tubuhnya.

Bila balita sering terkejut dan Setep. Sangket efektif sebagai penenang bila terapi ini dilakukan secara teratur. Caranya bersihkan daun dan batang sangket, lalu remas-remas dan masukkan dalam air hangat. Digunakan saat mandi untuk Balita anda.

Pada orang dewasa tanaman sangket bisa meredakan sakit migren. Caranya bersihkan segengam daun sangket lalu masukkan dalam air hangat. Gunakan untuk mandi. Cara ini bisa sebagai terapi untuk mengurangi stress kita.

Harapannya dengan kita mengetahui manfaatnya. Kita akan menjaga tanaman sangket agar habitatnya yang semakin terancam tidak punah. Juga para penggembala lebah seperti team Bali Honey bisa menikmati kelestarian tanaman sangket yang sangat tergolong banyak hasil madu dari nektar bunganya.

Madu yang dihasilkan dari nektar bunga sangket karakternya full bodied rasanya tidak sangat manis namun sangat gurih dengan kekhasan aroma rerumputan dalam sajian warna emas yang cerah berkadar air sekitar 18% – 20.2% pada usia panen 15 – 19 hari.